Mendaki Gunung bagi Pemula

Posted: Oktober 28, 2017 in Cuaca Hati

Istirahat sejenak dari aktifitas pekerjaan yang melelahkan  memang  perlu untuk menyegarkan pikiran, Mendaki gunung mungkin bisa menjadi salah satu pilihan saat sedang berlibur, mendaki merupakan kegiatan  luar ruangan yang sangat  menyenangkan sekaligus menantang, walaupun demikian mendaki menjadi salah satu hobi yang digemari masyarakat saat ini, berhubung waktu itu saya pernah mendaki gunung gede Bogor, saya ingin berbagi pengalaman mengenai perjalan pendakian dan beberapa tips sebelum melakukan pendakian, kegiatan ini tidak bisa kita anggap remeh loh, nyatanya sebelum melakukan pendakian kita membutuhkan persiapan  matang baik dari segi fisik maupun peralatan yang harus dibawa saat mendaki, perlu persiapan khusus buat para pendaki pemula terutama persiapan fisik dan mental dan bila kita meremehkan persipan ini pendakian bisa berakibat fatal, kalau kamu ingin mendaki gunung simaklah beberapa tips aman yang akan saya bagikan berikut ini :

IMG_6584

  1. Mengecek lokasi pendakian

Mendaki gunung saat itu menjadi salah satu impian saya, berhubung waktu itu ditawari untuk mendaki dan kebetulan lagi banyak rejeki  langsung aja saya terima tawaran itu, saat itu saya benar-benar gak tahu gimana persiapan sebelum berangkat, dan untungnya ada bapak lukman yang udah sering naik gunung  Jadi menurut beliau sebelum melakukan pendakian kita tu wajib tahu dulu lokasi dan medan pendakian, penting banget buat kalian tahu hal ini, dengan adanya informasi tentang kondasi medan trak pendakian kita bisa memperkirakan waktu pendakian sampai peralatan dan konsumsi yang harus kita bawa, akan lebih baik kalau kalian mempunyai teman yang memang sudah pernah melakukan pendakian di lokasi tersebut.

  1. Olahraga minimal sebelum melakukan pendakian

Saat itu ada sepuluh orang dari kami yang sudah fix untuk mankhlukkan Gunung Gede Pangrango, walaupun agak sedikit sedih karena ada beberapa teman kami yang membatalkan untuk tidak jadi berangkat, akhirnya tersisa dari kami 11 orang ikhwan dan 4 orang akhwat,  H-4 sampai dengan H-1 pendakian pak lukman menyarankan kita buat olahraga bareng-bareng di lapangan sempur, olahraganya simple hanya lari keliling lapangan, yang paling banyak strecing di bagian kaki, karena kaki kitalah yang akan paling banyak menerima beban saat pendakian.

  1. Membawa barang yang penting saja

Tiba saatnya kita mendaki, saat itu kita berangkat dari bogor bada magrib, kearah cibodas karena pendakian yang sesungguhnya akan dimulai pada malam hari, jalur pendakian gunung gede yang biasa digunakan ada tiga, jalur pendakian via cibodas, gunung putrid dan jalur salabintana, kam memilih jalur trak pendakian dari cibodas karena lebih dekat dari bogor dan akan berakhir di gunung putri, beberapa peralatan yang wajib dibawa saat mendaki adalah yang pertama Tas gunung/Carrier kenapa bukan tas ransel karena saat mendaki barang yang kita banyak sekali sehingga membutuhkan space yang lebih luas, pakaian : pilih pakaian yang tidak ketak dan menyerap keringat, dan untuk tidur plih pakaian yang hangat dan bisa menahan panas, jaket 2 potong : pilih jaket yang dapat menahan angin dan air biasanya bahanya dari cold proof, water proof, atau wind proof, celana panjang 2 potong : pilih celana yang agak longgar agar tidak membatasi gerakan saat pendakian, sarung tangan 2 pasang, kaos kaki, kupluk,

sepatu gunung dan sandal gunung, buff/masker/slayer. Sleeping bag dan matras : beberapa orang menyarakan buat nglapisin matras pake alumunium foil, mungkin karena panas tubuh yang kita keluarkan terpantul biar tubuh gak banyak kehilangan banyak panas. Jas hujan : Hujan di gunung itu gak bisa diprediksi jadi penting banget bawa alat satu ini, Alat makan, obat-obatan : obat-obatan yang harus dibawa seperti obat luka luar (plaster,alcohol, betadhin) obat penghilang nyeri, flu, anti alergi, tolak angin cair, bisa bawa counterpaint juga kalau saya bawa minyak kayu putih yang banyak karena udara di gunung itu sangat dingin, jangan lupa bawa senter, korek apik, tisu kering atau tisu basah : benda satu ini kelihatannya sepele ya tapi manfaatnya banyak, tisu berguna buat bersihin alat makan kita, ngelap keringet, coba bayangi ketika di gunung kita kehabisan air dan ngin buang air tisu basah yang jadi pahlawan kita saat itu hehe, bawa kantong plastic buat sampah atau pakaian kotor, tenda yaiyalah masa bawa  rumah, disini serunya mendaki wajib bawa tenda, tenda ini berguna buat melindungi pendaki dari terpaan dinginnya angin malam di gunung, peralatan lainnya mungkin opsional seperti kacamata, benang, peniti dll.

  1. Jangan gengsi kalo capek

Waktu itu banyak dari kami yangsangkin bersemangtnya sampai lupa sama kawnnya yang dibelakang, sehingga bnyak teman di belakang yang memaksakan diri untuk tidak istirahat, jangan malu  untuk bilang capek, kalau di paksa malah bisa gawat nyusahin temennya nanti, kamipun beristirahat di beberapa titi post gunung gede, sambil mengisi air minum persediaan kami, tiba jam 3 pagi udara mulai terasa amat dingin, sehingga kami memutuskan untuk berhenti sejenak tidur. Sebelum sampai di post akhir kami diharuskan melewati sumber air panas, disini adrenalin kami benar-benar tertantang, dimana kita harus memotong aliran sungai yang panasnya mencapai 100 derajat.

  1. Jangan buang sampah sembarangan

IMG_6441

Jam 4 kami bangun melanjutkan pendakian ke puncak, sebenarnya tujuan kami mendaki adalah untuk melihat sunricenya gunung gede yang katanya indah banget, jalur pendakianpun semakin terjal dan banyak teman-teman yang hamper menyerah, namun kami disini belajar untuk saling membantu dan saling memotivasi satu samalain, disinilah terasa sekali perjuangan kami, ada teman yang hampr hipotermia saat itu namun Alhmdulilah semuanya dapat diatasi, tibalah kami jm 6 pagi di puncak gunung gede pangrango, saat itu kami benar-benar takjub akan kekuaasaan Allah SWT yang telah menciptakan ala mini begitu indahnya, kami jadi lebih bersyukur dan mencintai alam yang telah Tuhan anugerahkan untuk negeri ini, saat di puncak terbayar semua perjuangan kami, tiba lapar melanda akhirnya kami memutuskan untuk memasak di puncak yah makanan wajib yang kita bawa saat itu apalagi kalu bukan indomie, terasa sekali kebersamaan kami saat itu, sungguh pengalaman yang tak terlupakan

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s